wonderful life

“Kita tidak pernah tahu, kebaikan yang kita dapat hari ini “balasan” dari perbuatan baik yang mana. Karena semua bibit kebaikan itu tumbuh dimanapun, bahkan saat kita tak pernah mengurusnya sekalipun.”
— Adenita dalam 23 episentrum

Setiap melihat angsa di belakang pondokan selalu ingat percakapan ini dengan k2 senior di jurusan beberapa tahun lalu.

Teh Umi: Ada apa tie ngos-ngosan begitu

Saya: Habis dikejar angsa k'

Teh Umi: Ha ha hah soang di belakang pondokan itu.

Saya: Iya k' angsanya ganas..mengejar sambil menjulurkan lehernya.

Teh Umi: Pasti soangnya jantan.

Saya: Loh???

Teh Umi: Iya soang jantan itu tau mana akhwat manis yang harus dikejar.

#DUBRAKS

alniskarissa:

Qiyamul Lail bukan Qiyamul Labil

alniskarissa:

Qiyamul Lail bukan Qiyamul Labil

(via safaaafrina)

ketika ALLAH mengatakan "IYA"

Sesaat setelah keluar dari ruang Direktur RS dengan muka bloon tak percaya.

N: Ti, ini benar kan???

Me: (masih bengong)

A: Tidak percaya

Me: Cubit dulu ini benar kan?

N: Semudah ini YA ALLAH??

A: Iya, Semudah ini???

Me: ALHAMDULILLAH :D

N: IYA ALHAMDULILLAH akhirnya. ALLAH memudahkan kita menjemput rezekiNYA.

A: Dan...sepertinya ALLAH mengatakan "IYA" u/ do'a-do'a kita selama ini

"SELAMAT ANDA TELAH BERGABUNG DI RUMAH SAKIT KAMI, BERIKAN YANG TERBAIK, BEKERJALAH DENGAN IKHLAS, SK KALIAN AKAN KELUAR PER 1 MEI 2012" -direktur RSWS Makassar

“Dan setiap do’a yang terucap hanya menunggu waktu hingga ALLAH menjwabnya”
— kemarin saat ALLAH memberi jawaban
“Satu hal yang mungkin kita lupa ketika kita sedang susah maupun senang, bahwa kita punya Allah. Kemudahan hanyalah milik Allah. Segala kehendak adalah kehendak Allah. Tiada yang mampu memberi pertolongan kecuali Allah mengijinkannya. Maka mari segeralah kita kembali kepada Allah. Kita cari Allah dulu, ikhtiar dan kembali kepada Allah lagi. Bahkan di tengah ikhtiar kita, kita libatkan Allah. Karena di setiap ikhtiar kita ada Allah jua. Mudah-mudahan Allah meridhoi kita semua… amin.”
— ust. Yusuf Mansur

AKHIR YANG BAIK, CINTA


Sore menyapa riang

bersampingan dengan seorang yang hari ini kusebut sang penambah riang (hehe…)

beradu jemari menekan keyboard

menyusun ide demi ide

kemudian engkau datang bersama pesanmu

pesan yang kuterka kabar baik atau kabar burukkah?

 

“…Pinjam pundakmu sebentar ya. Boleh?” (Penutup pesanmu)

 

kemudian…

bergetar suaramu terdengar di sini

seakan engkau menahan bulir yang meminta melompat dari ekor matamu

 

Allah mengakhirinya dengan INDAH, cinta…

setelah sekian lama hati yang galau mencari ketenangan dengan menerima apa adanya dirinya

membenarkan dengan kebijaksanaan-kebijaksanaan dimatamu, pun dimataku (seperti yang pernah kulakukan.)

tapi kini

Dia memutuskan segalanya (Insyaallah keputusan terbaik)

sakit? Tentu saja, cinta…

karena Allah selalu memberikan Kebahagiaan Sejati setelah diri mampu menembus batas sakit

 

kini, kutak peduli seperti apa dia…

engkau terlalu istimewa untuk menjadi milik seorang yang hanya sebatas HANIF

engkau pantas mendapatkan kesayangan Allah (Percaya deh…^^)

 

Cinta, selamat atas akhir yang baik ini

menangislah tapi cukup sehari saja

bukan menangisi kehilangan tapi menangisi (syukur) KebaikanNya

galau itu akan pergi

ketenangan itu akan datang

dan yang terbaikpun akan datang

 

Demi Allah…

#terima kasih

again… Ya Allah >,<

again… Ya Allah >,<

(Source: mochacafe)