wonderful life
berfikirlah pasti dosanya lebih sedikit darimu.
Jika berjumpa dengan orang yang lebih tua,
berfikirlah pasti amalnya lebih banyak darimu,
sesungguhnya, setiap orang pasti memiliki kelebihan.”
(via farahmafaza)
Launching Rumah Juara 25 nov 2012
Negeri Atas Awan
Cinangsi - Garut Selatan - 6 Jam dari Kota Bandung
Ceritanya kemarin kami serombongan berkunjung ke salah satu desa yang disana ada orang yang melakukan pengabdian masyarakat sudah lama, sekitar 7 tahun. Lokasinya tak terduga sebelumnya, kata dosen yang memberi tahu lokasi ini. Lokasinya diatas awan. Ternyata emang beneran di atas awan -__-‘.
Masuk gerbang pegunungan kami sudah disambut kabut tebal dengan jarak pandangan sekitar 3-4 meter. Mobil kami merangkak pelan sekali mengingat kami semua belum menikah kecuali supir.
Melewati jalur pegunungan yang berkelok dan sempit sekitar 4 jam. Selama itu kami antara takjub dan deg-degan.Sesampainya di lokasi sungguh seperti baru sampai ke surga. Benar-benar jauh sekali subhanallah.
Kami disambut oleh sepasang suami istri. Beliau adalah alumni ITB tahun ‘89. Sedangkan istrinya adalah alumni Universitas Jember. Lupa angkatan berapa. Bagaimana keduanya bisa bertemu ? Masjid Salman adalah jawabannya.
Keduanya sudah tinggal disini untuk mendidik anak-anak di desa tersebut.Disana akses pendidikan bermutu sangat jauh dari harapan. Rumah kecil mereka ini memiliki perlengkapan buku yang paling lengkap seantero gunung-gunung.
Rumah ini juga menjadi kelas selain ada 2 rumah terpisah lagi yang juga menjadi kelas. Mengajar anak seusia kita tapi masih taraf di taraf SD dan SMP adalah hal yang sangat sulit. Dan sejauh 7 tahun ini,beliau berdua bersama-sama dibantu dengan dukungan teman-teman dari berbagai tempat dan masih bertahan hingga saat ini.
Anak-anak di sekitar pegunungan juga antusias. Ada yang menempuh jalan kaki 2 jam lebih untuk kesini,meski kecepatan belajar mereka tidak bisa dikatakan cepat.Tapi semangatnya patut diacungi jempol.
Kami mengunjungi beberapa kelas terbuka , karena berada di hutan. Kelas kelas ini dibiarkan benar-benar terbuka. Toh tidak ada barang yang berharga katanya.
Melihat ini sungguh sangat bodoh sekali dan keterlaluan orang-orang seperti kita yang memiliki akses pendidikan yang lebih mudah,dana yang mencukupi, bahkan kita masih sempat makan di McD dan senang-senang kesana kemari.Jika masih malas kuliah dan sibuk ngurusin diri sendiri.
Di tempat ini,anak-anak belum pernah melihat seperti apa kota Bandung. Mungkin akan sama takjubnya jika kita tiba-tiba diberikan tiket jalan-jalan gratis ke Eropa selama seminggu.
Disini urusan perut lebih penting daripada urusan otak, maka jangan heran memberikan pengertian kepada masyarakat sekitar sini perlu bertahun-tahun , 7 tahun belum melewati satu generasi dan ini masih menjadi pekerjaan rumah yang panjang.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Bandung , 19 November 2012
(Source: kurniawangunadi)
Twelve Palestinians from one family killed in Israeli rocket attack
In the single deadliest attack of the Israeli operation so far, 12 civilians were killed in Sunday’s air attack on a four-storey house in northern Gaza City, health officials said.
Two or three missiles fired by F-16 fighter jets reduced the house in the Sheikh Radwan neighbourhood to rubble, witnesses said.
Five women, including one 80-year-old, and four small children were among the dead, spokesperson of the health ministry Ashraf al-Kidra said.
(via thebeautyofislam)